Make your own free website on Tripod.com

sajak.jpg (5324 bytes)

GURU

Guru.....
Jasamu amat berharga
Mendidik kami
Menjadi insan yang berguna
Buat menyambung warisan pada hari muka.

Guru....
Begitu tabah dan sabar
Engkau mencurahkan baktimu
Kepada kami yang tidak pernah kenal ilmu
Menjadi insan yang berilmu.

Guru.....
Hasil penat lelahmu kini terbukti
Dan kini kami di menara gading
Ingin kami ucapkan kepadamu.........
Terima kasih yang tidak terhingga.

 

 

IBUKU

Engkau  tidak pernah jemu
Membelai,mengasuh dan melayaniku
Dengan penuh kasih sayang
Bagai 'menatang minyak yang penuh'.

Dari kecil hingga kini
Masih terbayang dalam ingatan
Betapa besarnya pengorbanan yang kau berikan
Tanpa berharap sebarang balasan.

Kini,
Tiba masa untuk aku membelamu
Akan ku curahkan bakti
Walaupun... ku sedar pengorbananku
Tidaklah sebesar mana
Namun.... aku akan memastikan
Bahawa engkau akan
Mengukirkan senyuman.

 

TANAH PUSAKA

Di tanah pusaka ini
Bumi menjadi gembur
Pohon-pohon segar menghijau
Di sini terpahat tugu keazaman
Berdiri anak bangsa berikrar
Belajar mengenal erti dewasa
Menjadi manusia berdarah satria.

Di tanah pusaka ini
Biar aku hanya tinggal nama
Namun perjuangan tetap bersama
Meniti hari esok
Aku sanggup berbuat apa
Asalkan kau hidup selamanya.

Di tanah ini
Tempat tumpah darahku
Aku bersumpah dengan janji setia
Tanah pusaka hutan belantara
Kini penuh rumah
Penjaga amanah harta warisan
Serta maruah bangsa dan agama.

 

PERJALANANKU

Aku ikuti.....
Jalan terbentang di mukaku
Walau bengkok berliku-liku
Walau berduri dan tajam batu
Walau bersimpang bercabang-cabang
Tidak aku undur berpatah balik
Kerana..........
Ada ayah dan ibu
Juga teman dan guru
Menunjuk arah dan tuju
Menanam semangat terus maju.

Begitulah perjalananku
Mengasah otak mencanai budi
Mengumpul ilmu penyuluh hidup
Memperkuat kubu benteng diri
Menghambat harapan mengejar cita
Demi diri,keluarga dan bangsa.

 

TERIMA KASIH TEMAN

Teman....
Harap kau terima bahasaku yang biasa
Tiada berbunga namun begitu
Izinkan aku menghiburkan jiwamu
Dengan akta-kata yang sederhana
Aku bukannya sasterawan negara
Aku hanya manusia biasa.

Teman.......
Biarpun engkau jauh dari mataku
Namun...kenangan bersamamu
Masih tetap dalam ingatan
Tidak terlintas akan terjadi
Bertemu kita berpisah jua akhirnya

Teman...
Hari-hari ku rasa bagai mimpi
Seolah engkau sentiasa di sisi....

 

BONDA TERSAYANG

Termanggu aku di jendela
Sayup mata di pusaka bonda
Padinya kian membunting
Menunggu masa untuk dilerai

Bonda....
Kau mengakhiri usia di baruh
Yang cuma sekangkang kera
Berkematu kakainya
Mengharungi lumpur likat
Demi sesuap nasi

Bonda......
Dirimu wanita gigih dan tabah
Keringat membahang
Namun tiada disesali
Nasibnya malang

Bonda....
Tiada lagi usapanmu
Hanya tinggal kenangan
Batu-batu nisan
Dimakammu yang kian
Dimamah usia

 

SAHABAT

Aku masih di sini
Bersama persahabatan kita
Tidakkan mudah terlerai
Tidakkan mudah hilang di ingatan

Bukan hanya semalam
Tidak cuma kelmarin
Telah bertahun kita bersama
Saling mengenali
Mencipta aneka cerita
Suka duka,sedih genbira
Mengeratkan ikatan mesra
Suci sejati

Kita berpisah
Bukan kerana suka
Kita berpisah
Atas nama keperluan
Demi aku dan engkau
Menuju maju jaya

Masing-masing yakin
Hanya sementara
Diizin Tuhan bersua kita kembali
Andai sebaliknya
Itu juga takdir
Cuma berdoa
Agar dipertemukan semula
Suatu hari nanti

 



 

 

Heart2.gif (9767 bytes)

Klik here untuk kembali ke halaman pertama